Muhammad Rizqi Tohopi

Optimis itu perlu…!!!

Static Routing 2 Buah PC

Apa kabar teman-teman?

Lama tak jumpa. Pada kesempatan kali ini saya akan menuangkan hasil praktikum di lab dalam tulisan ini mengenai Static Routing. Sebelum kita masuk pada konfigurasi, tahukah teman-teman apa itu Static Routing? Berikut paparannya. Static routing (Routing Statis) adalah sebuah router yang memiliki tabel routing statik yang di setting secara manual oleh para administrator jaringan. Routing static pengaturan routing paling sederhana yang dapat dilakukan pada jaringan komputer.  Menggunakan routing statik murni dalam sebuah jaringan berarti mengisi setiap entri dalam  forwarding  table  di  setiap router yang berada di jaringan tersebut.

Pada tulisan kali ini, saya akan membuat static routing dengan ip 192.168.0.1/30, netmask 255.255.255.252. Disini saya akan mengkonfigurasi PC 35 dan PC 36 dengan ip 192.168.0.129 dan 192.168.0.133.

Skema Konfigurasi

Diagram2

Konfigurasi network pada PC 35
Buka terminal, kemudian ketikkan perintah $ sudo nano /etc/network/interfacesaddress      192.168.0.129
network     192.168.0.128
netmask     255.255.255.252
broadcast   192.168.0.131

Setelah setelah konfigurasi, ketikkan Ctrl x + y
Selanjutnya restart network dengan perintah, $ sudo /etc/init.d/networking restart.
Konfigurasi network pada PC 36
Buka terminal, kemudian ketikkan perintah $ sudo nano /etc/network/interfaces
address       192.168.0.133
network      192.168.0.132
netmask      255.255.255.252
broadcast   192.168.0.135

Setelah setelah konfigurasi, ketikkan Ctrl x + y
Selanjutnya restart network dengan perintah, $ sudo /etc/init.d/networking restart.
Setelah saya mengatur network pada kedua PC, akan muncul studi kasus jika kedua PC tersebut dihubungkan dengan cara tes koneksi menggunakan perintah PING. Ketika saya melakukan tes koneksi melalui PC 35 ke PC 36 yaitu ping 192.168.0.133, muncul pesan “Network Uncreachable”, dimana kedua PC tersebut tidak terhubung dikarena tujuan tidak ditemukan. Begitu juga sebaliknya dari PC 36 ke PC 35. Solusi pada studi kasus diatas, yaitu dengan membuat Static Routing.

Static routing PC 35 dengan menggunakan perintah $ sudo route add -net 192.168.0.132 netmask 255.255.255.252 gw 192.168.0.129

Maksud dari perintah diatas yaitu, ip 192.168.0.132 merupakan network PC 36 yang ditambahkan ke routing PC 35, netmask 255.255.255.252 dan gateway 192.168.0.129 merupakan ip dari PC 35.

Untuk melihat kernel Ip routingnya, dengan menggunakan perintah $ route -n

Setelah membuat static routing pada PC 35 dan PC 36 belum di buatkan static routingnya, apakah kedua PC tersebut sudah bisa terhubung? Jawabannya TIDAK. Mengapa? Dikarenakan network dari PC 35 belum di tambahkan ke PC 36. Jika kita melakukan tes koneksi antar kedua PC, akan muncul pesan “Destination Host Uncreachable”. Solusinya, PC 36 dibuatkan static routing juga sama seperti pada PC 35.

Static routing PC 36 dengan menggunakan perintah $ sudo route add -net 192.168.0.128 netmask 255.255.255.252 gw 192.168.0.133

Untuk melihat kernel Ip routingnya, dengan menggunakan perintah $ route -n

Setelah kedua PC tersebut dibuatkan static routing, jika dilakukan tes koneksi pada kedua PC tersebut dengan menggunakan perintah PING, maka hasil outputnya yaitu kedua PC tersebut terhubung.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: