Muhammad Rizqi Tohopi

Optimis itu perlu…!!!

Pengelolaan Keuangan

Anggaran Operasi dan Anggaran Modal

Proses pembuatan anggaran berada di tangan individu-idividu yang berperan aktif dalam menjalankan bisnis. Tetapi harus diketahui bahwa pemilik bisnis atau entrepreneur akan tetap memegang keputusan akhir untuk anggaran-anggaran tersebut. Untuk menyusun sebuah laporan rugi laba pro forma, anggaran penjualan harus disusun terlebih dahulu. Anggaran penjualan berisikan sebuah perkiraan selama beberapa bulan mengenai besarnya vilume penjualan yang akan terjadi. Setelah mengetahui besarnya volume penjualan yang akan terjadi selama beberapa bulan, langkah berikutnya adalah menghitung biaya-biaya yang terjadi.

ScreenHunter_9

Dasar untuk mengevaluasi pengeluaran-pengeluaran yang akan berdampak pada bisnis selama lebih dari satu tahun adalah anggaran modal. Angaran modal dapat memproyeksikan pegeluaran-pengeluaran tambahan seperti ; pembelian peralatan baru, pembelian kenderaan operasional, atau bahkan penambahan fasilitas baru.

Laporan Rugi Laba Pro Forma

Langkah pertama untuk menyusun laporan rugi dan laba pro forma adalah dengan terlebih dahulu menghitung penjualan yang terjadi tiap bulan. Angka-angka tersebut mungkin saja diperoleh dari beberapa sumber seperti riset pemasaran, penjualan industry dan beberapa pengalaman percobaan. Laporan rugi laba pro forma  juga menyediakan proyeksi-proyeksi dari semua biaya-biaya operasi tiap bulan ditahun pertama.

Untuk menghitung besarnya harga pokok produksi, cukup menghitung biaya variable yang dibutuhkan untuk memproduksi sebauh unit dikalikan dengan jumlah unit yang terjual. Cara lain untuk menentukan harga pokok produksi adalah dengan menggunakan presentase penjualan standar industri.

Contoh laporan rugi laba Pro Forma PT. AA, untuk 3 tahun (dalam jutaan rupiah).

 

Persentase

Tahun ke-1

Tahun ke-2

Tahun ke-3

Penjualan

100

1.007

1.462

2.262

-/- HPP

65.2

657

953,2

1.474,8

Laba kotor

34.8

350

508,8

787,2

Biaya operasi

Penjualan

7.9

79,6

115,5

178,7

Iklan

3.7

37,7

54,1

83,7

Gaji dan upah

9.1

92

133

205,8

peralatan

1.1

11,3

16,1

24,8

Sewa

2.6

26

38

58,8

Utilitas

0.7

7,5

10,2

15,8

Asuransi

0.4

3,8

5,8

9

Pajak

1.7

17,4

24,9

38,5

Bunga

1.6

15,9

23,4

36,2

Depresiasi

39,6

39,6

39,6

Lain-lain

0.2

1,7

2,9

4,5

Total biaya operasi

33

332,5

463,5

695,4

Laba (rugi) sebelum pajak

1.8

17,5

45,3

91,8

Pajak

1.2

12,36

18,12

36,72

Laba (rugi) bersih

0.5

5,14

27,18

55,08

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Arus Kas Pro Forma

Arus kas diperoleh dari hasil perbedaan antara kas yang sebenarnya diterima dengan kas yang sebenarnya dikeluarkan. Jadi entrepreneur baru mempunyai arus kas apabila ketika menjual, pembayaran atas penjualan tersebut telah benar-benar terjadi.

Arus kas seringkali menjadi masalah yang dihadapi oleh entrepreneur dalam membentuk dan menjalankan sebuah bisnis baru. Banyak entrepreneur yang menggunakan laba sebagai ukuran sukses atas bisnis baru, tetapi jelas-jelas hal tersebut kurang baik apalagi jika ternyata arus kas yang terjadi adalah arus kas negatif. Usaha-usaha baru yag menguntungkan juga seringkali menjadi gagal dikarenakan arus kas tidak lancar atau dalam arti bisnis tersebut kekurangan kas.

 3.1 Neraca Pro Forma

Neraca pro forma berisikan data-data proyeksi mengenai asset-aset, kewajiban-kewajiban dan ekuitas yang dimiliki usaha baru. Neraca hanya akan menggambarkan kondisi dari bisnis pada hari tertentu, bukan bulanan atau tahunan. Laporan rugi laba pro forma dan laporan arus kas  pro forma diperlukan dalam pembentukan neraca pro forma.

 3.2 Analisis Break Even

Analisis break even adalah sebuah teknik yang berguna dalam menentukan beberapa banyaknya unit yang harus terjual atau tercapai untuk mencapai titik impas. Dalam arti, memenuhi semua biaya-biaya tetap dan biaya-biaya variabel. Penjualan yang melebihi titik impas ini akan menghasilkan laba bagi perusahaan.

            Analisis break even dapat dikakulasikan menggunakan rumus sebagai berikut ;

ScreenHunter_10KETERANGAN :

BE(Q) = Volume titik impas

TFC = Total biaya tetap

SP = Harga jual

VC = Biaya variabel

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: